Dokter-dokter asal Arab Saudi mengungkap unta sebagai sumber infeksi
Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) bagi manusia. Mereka melaporkan,
ada kecocokan antara sampel dari virus yang membunuh seorang pria Arab
Saudi November lalu dengan sampel virus yang ada pada satu dari sembilan
unta yang dimiliki pria itu.
Studi yang dipublikasi dalam New England Journal of Medicine
tersebut membuktikan unta sebagai salah satu sumber infeksi dari virus
MERS. Meskipun, mungkin unta bukanlah satu-satunya sumber.
Penyakit yang menular dan berpotensi mematikan tersebut telah
tersebar luas di Timur Tengah sejauh ini. Bahkan MERS juga dikabarkan
telah menyebar di belasan negara lainnya.
"Studi ini mengonfirmasi apa yang telah diduga sebelumnya. Unta sudah
diduga sebagai salah satu sumber MERS, meskipun saat itu belum
terbukti," ujar Marc Siegel, pakar penyakit menular dan profesor
kedokteran di NYU Langone Medical Center di New York.
Virus MERS pertama kali ditemukan di Timur Tengah, daerah dengan
kasus MERS yang terbanyak. Hingga Rabu (4/6/2014), WHO melaporkan,
terdapat 681 laporan kasus infeksi MERS, dengan 204 kematian. Kebanyakan
kasus terjadi di Arab Saudi.
Gejala MERS ditandai dengan napas pendek-pendek, batuk, dan demam.
Penyakit ini membunuh sekitar seperempat orang yang terinfeksi.
Seperlima kasus MERS terjadi pada petugas kesehatan.
Siegel mengatakan, unta bukanlah satu-satunya sumber MERS yang
menularkan kepada manusia. Dan studi baru belum dapat menemukan
transmisi virus antarmanusia

No comments:
Post a Comment